Pada era globalisasi persaingan dalam hal apapun dirasa semakin ketat. Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang keberadaannya tidak dapat dihindari oleh siapapun, mengakibatkan adanya perubahan dan tuntutan baru dalam masyarakat.

Perubahan tersebut diantaranya adalah perubahan dalam kualifikasi permintaan tenaga kerja di dunia kerja yang semakin tinggi karena mengikuti perkembangan yang ada, terlebih jika dunia kerja tersebut bersifat global.

Dunia kerja tidak hanya memilih calon pekerja yang cakap dalam kemampuan akademik saja (hard skills), tetapi juga sangat memperhatikan nilai-nilai kecakapan lainnya diantaranya nilai kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, disiplin, komitmen, rasa percaya diri, etika, kerjasama, kreativitas, komunikasi, dan kepemimpinan (soft skills).

Memiliki kemampuan hard skills yang tinggi tetapi tidak disertai dengan soft skills yang baik, akan menghasilkan sumber daya manusia dengan keterampilan kurang maksimal.

Dengan adanya persaingan yang semakin ketat, dunia kerja pun berusaha untuk dapat bersaing dengan lainnya salah satunya adalah dengan meningkatkan mutu atau kualitas tidak hanya produknya saja tetapi juga dalam hal pelayanan konsumen

Dengan melihat tuntutan kerja yang semakin tinggi, maka yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia salah satunya dapat dimulai dari dunia pendidikan. Karena pendidikan merupakan landasan utama dalam mempersiapkan anak didik dengan standar sumber daya manusia yang berkualitas.

Untuk memenuhi permintaan dunia kerja tentang sumber daya manusia yang berkualitas, dunia pendidikan harus dapat menjawab tantangan tersebut dengan menghasilkan lulusan yang profesional dan siap pakai di dunia kerja.

Untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan berkompeten di bidangnya masing-masing, tentu saja dunia pendidikan harus senantiasa mengikuti perkembangan yang ada agar apa yang diberikan dalam proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan pekerjaan.

Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Kemampuan ini juga berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain.

Soft skill juga merupakan kecerdasan emosional dan sosial (Emotional Inteligence Quotient) yang sangat penting untuk melengkapi hard skills atau kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient). Soft skill berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi secara efektif dengan rekannya baik di dalam dan di luar tempat kerja. Bisa mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif, juga termasuk ke dalam kategori soft skill atau kemampuan personal seseorang.

Untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, seorang karyawan tidak hanya memerlukan hard skill, tetapi juga soft skill. Seperti kemampuan pengambilan keputusan, kepemimpinan, komunikasi, empati, kolaborasi, mendengarkan, dan manajemen waktu. Hampir setiap pekerjaan pasti melibatkan orang lain, baik anggota tim, kolega bisnis, media, dan konsumen. Karena itu, kemampuan-kemampuan ini penting untuk mendukung kinerja karyawan.

Jeff Weiner, seorang CEO Linkedin pernah mengungkapkan bahwa soft skill menjadi kesenjangan keterampilan terbesar di Amerika. Ada banyak pekerja yang memiliki keterampilan teknis yang mumpuni, tetapi kurang dalam soft skill.

Menurut McKinsey Global Institute, 50% aktivitas kerja saat ini dapat diotomatisasi dengan teknologi seperti Machine Learning (ML) dan kecerdasan buatan (AI). Misalnya,data entry, administrasi, operator mesin industri, dan pekerja pabrik. Otomatisasi ini membuat adanya penurunan tugas yang memerlukan hard skill dan menjadikan soft skill sebagai nilai unik manusia.

Keterampilan seperti kerjasama tim, persuasi, komunikasi, dan pemecahan masalah menjadi hal yang lebih penting dari sebelumnya. Anda akan tetap memerlukan manusia di perusahaan Anda. Pekerjaan-pekerjaan kreatif, personalia, dan pekerjaan lain yang memerlukan empati tidak bisa digantikan oleh robot.

Kini kita memasuki era disrupsi, yakni era terjadinya perubahan yang mendasar pada berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan dan Pelatihan.

Menurut World Economic Forum, skill yang dibutuhkan dunia kerja pada tahun 2025 adalah Sukses skill, Creativity, Leadership, dan Entrepreneurship.

Oleh karena tantangan era disrupsi ini, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Hamzanwadi memiliki tanggung jawab agar mahasiswa mampu memahami Soft skill dan Hard Skill melalui program-program yang ada di Universitas Hamzanwadi.

Program-program lain juga ditambahkan demi mendukung Visi-Misi Universitas Hamzanwadi sebagai Kampus berdaya saing global dan berbudaya santri.

Tujuan kegiatan pelatihan Success Skills Fakultas Ilmu Sosial Dan Ekonomi (FISE) Universitas Hamzanwadi adalah.

  1. Memberikan pemahaman secara basic menegenai Success Skills dengan kompetensi Transformation of belief, Goal setting & life purpose, Time management, Physical intelegence,Learning skills, Thinking skills,Living skills Pengembangan media dan Anti Plagiarism.
  2. Peserta Pelatihan dapat menjalin kerjasama tim atau team work secara lebih baik. Melalui kerjasama tim atau team work yang baik, pekerjaan akan dapat diselesaikan secara lebih efektif dan efisien.
  3. Para peserta pelatihan mampu bersaing di era Abad 21.

Kegiatan pelaksanaan Success Skills dilaksanakan tiga hari mulai dari tanggal 16, 17 dan 18 Agustus 2021.

Pelaksanaan kegiatan Success Skills dengan menggunakan Aplikasi Zoom dan memanfaatkan Aplikasi Google Sites untuk melihat materi dan Video praktik.

Kegiatan Launching Soft Skill dan Pelatihan Success Skills diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Hamzanwadi, sambutan pertama dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Dr. Muh. Fahrurrozi, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan.

“Untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, seorang karyawan tidak hanya memerlukan hard skill, tetapi juga soft skill. Seperti kemampuan pengambilan keputusan, kepemimpinan, komunikasi, empati, kolaborasi, mendengarkan, dan manajemen waktu. Hampir setiap pekerjaan pasti melibatkan orang lain, baik anggota tim, kolega bisnis, media, dan konsumen. Karena itu, kemampuan-kemampuan ini penting untuk mendukung kinerja karyawan. Jeff Weiner, seorang CEO Linkedin pernah mengungkapkan bahwa soft skill menjadi kesenjangan keterampilan terbesar di Amerika. Ada banyak pekerja yang memiliki keterampilan teknis yang mumpuni, tetapi kurang dalam soft skill. Menurut McKinsey Global Institute, 50% aktivitas kerja saat ini dapat diotomatisasi dengan teknologi sepertiMachine Learning (ML) dan kecerdasan buatan (AI). Misalnya,data entry, administrasi, operator mesin industri, dan pekerja pabrik,” ujar Dr. Muh. Fahrurrozi, S.E., M.M.

Sambutan kedua sekaligus Launching Program Soft Skill dan Pelatihan Success Skills oleh Wakil Rektor bidang Akademik Universitas Hamzanwadi, Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum.

“Soft skills sangat dibutuhkan dalam pengembangan kapasitas individu sebagai sandingan hard skills. Keduanya terintegrasi dlm membangun kapasitas dlm mengelola konteks kehidupan yg dihadapi menuju success skills. Sebagai kapasitas yg dapat dipelajari, soft skills memiliki berbagai instrumen yang mempengaruhi cara pandang individu dlm menghadapi situasi yg melingkupinya secara efektif. Sebagai instrumen yg dapat dipelajari, soft skills bagi individu akan membangun pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan akhirnya akan bertindak efektif dan terukur dalam setiap agenda hidupnya,” sambut Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum.

Soft skills sangat dibutuhkan dalam pengembangan kapasitas individu sebagai sandingan hard skills. Keduanya terintegrasi dlm membangun kapasitas dlm mengelola konteks kehidupan yg dihadapi menuju succes skills.

Sebagai kapasitas yg dapat dipelajari, soft skills memiliki berbagai instrumen yang mempengaruhi cara pandang individu dlm menghadapi situasi yg melingkupinya secara efektif. Sebagai instrumen yg dapat dipelajari, soft skills bagi individu akan membangun pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan akhirnya akan bertindak efektif dan terukur dalam setiap agenda hidupnya.

Peserta yang daftar pada berjumlah 220 peserta pada Googel Form akan tetapi peserta yang mengikuti pelatihan dan pembukaan pada aplikasi zoom berjumlah 147 orang dan yang mengikuti pelatihan dari tanggal 16, 17 dan 18 berjumlah 120 peserta akan tetapi dalam prosesnya peserta hadir 100 orang.

Dalam pembukaan yang hadir juga semua Kaprodi, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Hamzanwadi dan Instruktur pelatihan Success Skills.